Rabu, 25 November 2015

Lenong Bintang Timur Lakon Raja Blunder

Ringkasan Cerita Lakon Gara-Gara Si Raja Blunder Karya/Sutradara Rik A Sakri Produksi Perdana Lenong Bintang Timur Pimpinan Abdul Aziz Tahun ini terasa aneh. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap ulang tahun Raja selalu merayakannya dengan kemewahan. Tapi tahun ini tidak ada lampion, tidak ada umbul-umbul, tidak ada kemeriahan dimana-mana. Seluruh penghuni Istana merasakan keanehan dan kesepian itu juga. Berbagai cara sudah diusahakan demi menghibur Sang Raja, tetapi semua menjadi sis-sia. Sang Raja tetap murung memikirkan mimpinya. Ahli Nujum pun diundang ke Istana guna meramalkan mimpi Sang Raja. Tapi apa daya? Sang Raja tetap pada pendiriannya untuk membuat Undang-Undang yang menurutnya perlu, bahkan wajib untuk dilaksanakan, untuk menunjukkan kewibawaaan seorang Raja. Dan rakyat pun berontak, menolak Undang-Undang Sang Raja, sehingga banyak korban demi memenuhi keinginan dan hasrat Sang Raja. Begitu pula para penghuni Istana, Permaisuri, Perdana Menteri, bahkan Raja sendiri menjadi korban produk Undang-Undang “keblinger” yang dibuatnya itu. Harapan datang dari seorang Saleh yang dengan keinginan tulusnya mencoba menyadarkan Sang Raja. Dapatkah Saleh menyadarkan Sang Raja? Akankah Saleh menjadi korban? (ziz)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar